Selasa, 07 Mei 2013

TANYA JAWAB FILSAFAT ILMU



Tanya Jawab  Sang Profesor dan Mahasiswanya

Profesor :
Wahai para mahasiswaku  marilah perkuliahan ini kita dengan berdoa menurut agama masing-masing. Sekarang saatnya kalian boleh mengajukan pertanyaan apa saja yang berkaitan dengan filsafat, silahkan.

Mahasiswa :
Menurut saya hakekat suatu hal tidaklah dapat dipahami sepenuhnya, semakin kita lihat lagi semakin hal tersebut semakin akan timbul pertanyaan baru  Mahasiswa baru aliran filsafat apakah yang saya anut.

Profesor :
Itu filsafat aliran realisme tokohnya Aristoteles,  sebaliknya adalah aliran idealism dengan tokohya Plato

Mahasiswa :
 Apakah setiap cabang ilmu mempunyai filsafatnya masing-masing

Profesor :
Tentu, jangankan ilmu setiap yang ada atau yang mungkin ada mempunyai filsafatnya masing-masing karena filsafat itu penjelasan, setiap yang ada dan yang mungkin ada itu perlu penjelasan. Penjelasanmu itu adalah filsafatmu.

Mahasiswa :
Siapakah filsof  yang  matematikawan apa kontri businya dalam perkembangan metematika

Profesor :
Banyak filsof yang sekaligus matematikawan seperti Pythagoras, ketika itu angka  mengatur dunia sebagai agama yang mengajak kebaikan, kalau sekarang dapat dianggap sebagai aliran sesat karena tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Berfilsafat itu sangat berbahaya kalau tidak sesuai ruang dan waktu harus sopan terhadap ruang dan waktu .

Mahasiswa :
Manakah yang lebih dulu mana mendalami matematika atau filsafat

Profesor :
Filsafat dapat dimulai dari manapun maupun kapanpun,  oleh siapapun dan dari manapun  karena filsafat itu penjelasan, banyak orang yang mengaku anti berfilsafat padahal sebenarnya dia sedang berfilsafat karena sedang menjelaskan anti filsafat dan tidak menyadari ruginya seperti apa. Jika nada anak kecil bertanya mengapa itu filsafat, dalam pengertian material, saya belajar matematika sehat-sehat saja, dia hanya tidak menyadari. Matematika dalam pengertian material berapa meja ini panjangnya.

Mahasiswa :
Manusia kadang berubah sifat. Bagai mana karakter manusia itu terbentuk

Profesor :
Manusia terbentuk sesuai prinsip hermentika, terjemah dan diterjemahkan dan menterjemahkan

Mahasiswa:
Suatu keputusan kadang menyakitkan tetapi untuk kebaikan, misalnya perusahaan

Profesor :
Perlu terjemah dan menterjemahkan dan didalamnya perlu berkomunikasi, sakit hati  dengan sakit hati perlu mohon pertolongan Tuhan, sakit hati itu godaan setan. Kalau saya mersa mampu dan mampu itu adalah kesombongan, perlu hanya memohon dan memohon pertolongan pada tuhan  dari sakit hati juga dari rasa khawatir. Melangkah 1 kali dalam berfilsafat perlu doa 10 kali melangkah berdoa agar tidak merusak keyakinan yang sudah ada.

Mahasiswa :
Sejauh mana keobyektifan dalam berfilsafat

 Profesor :
Kalau saya menhambil keobyektifan dalam berfilsafat, seperti mengambil jeli dalam cairan, karena obyektif adalah metode filsafat bukan filsafat kalau tidak dapat menampung yang ada maupun yang mungkin ada. Memetakan dangan fungsi isomorfisma, trasformasi dari obyek yang satu dengan yang lainnya. Contoh ibukota Negara Jakarta, persis obyektif dari pikiran saya. Obyektif itu mencari kesamaan atau standar yang juga bertingkat – tingkat

Mahasiswa;
Apa hubungan ada, pengada dan mengada.

Profesor :
Ada pengertian awam, ada penjual bakso, dalam filsafat ada komponen professor kalau belum pengukuhan belum mengada, sesudah dikukuhkan menjadi pengada, ada kegiatannya. Ada pengada saling dinamis. Barang siapa mengaku ada tetapi tidak ada mengada maka terancam keberadaanya. Rene de Crates berkata saya ada karena saya berpikir. Tunjukkan pengadanya agar tidak terancam keberdaanya. Kadang-kadangkita mengeliminasi keberadaan siswa.

Mahasiswa ;
Bagaimana cara mencapai kebahagiaan sesungguhya

Profesor :
Kebahagiaan berdemensi, jika 100% tidak ada manusia ditakdirkan untuk  tidak sempurna. Bahagia jika mendapat rahmad dan hidayahnya, sudah itu saja.Di dalam beribadah ada tata tacaranya. Etpitimologinya sunatulloh, ada hakekeat ada nilai, ada yang bahagia melihat botol bir, melihat wanita cantik, secara spiritual berdemensi tidak lulus berdemensi, eyang subur kodrat jadi istrinya

Mahasiswa :
Apa yang dimaksud elegy hati yang bersihakan  berkembang sesuuai ruang dan waktunya.

Profesor :
Setiap saat manusia itu berkembang  sangat dinamis tidak stagnan,itulah kodrat manusia itu  jangan pernah selesai membersihkan hatinya saya  tadi pagi soal sangat hebat. Tiada banding dan sudah perlu subuh lagi. Tidak bias seperti dalam filsafat iman taqwa harus di ulang-ulang. Iman dan taqwamu belum selesai 

Mahasiswa :
Saya kesulitan dengan pemilihan kata-kata bapak mungkin  tidak terbiasa kata itu

Profesor:
Dibiasakan membaca elegy-elegi karena elegy itu bahasanya  analog elegi tidak herarkis saling menjelaskan dan ketika membaca elegy itu sudah berfilsafat

Mahasiswa :
Hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan

Profesor :
Ada ilmu pengetahuan ada pengetahuan. Ilmu pengetahuan disusun berdasarkan pengetahuan- pengetahuan yang memenuhi kriteria. Jangankan ilmu pengetahuan sedangkan  pengetahuan saja mempunyai obyek  dan metode. Ada pengetahuan filsafat ada pengetahuan matematika, obyek filsafat yang ada dan yang mungkin ada, metodenya macam-macam ada hermestika, epistomologi obyek pengetahuan adalah konsep  yang mempunyai wadah dan isinya,  setiaap yang dipikirkan pasti ada wadah dan isinya. Pengetahuan dapat menghasilkan filsafat, dan filsafat dapt menghasilkan pengetahuan, dari sejarah dimulai dari pengetahuan lebih dulu missal orang metode mencari batas wilayah yang terkena banjir orang mesopotania, Babilonia, Mesir Kuno.  Mereka punya pem Dari pengetahuan-pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan disusun setelah mempunyai  sistematika ada obyek-metode dan tujuanya. Filsafat merefleksikan pengetahuan. Jika sudah sampai ontology akhirnya menuju ke motif dan di atas motif power. ujian nasional sejauh mana ujian nasional  tergantung siapa yang berkuasa UN merupakan buah kapitalis  dan generasi muda jadi korban yang menang yang berkuasa.

Mahasiswa :
Mohon penjelasan transeden arti dan maknanya.

Profesor :
 Trasenden itu biao di luar pikiran, telepon para dewa  bersifat transenden tidak mengerti dari mana , secara filsafat transenden itu dimensi yang lebih atas, kita semua transenden terhadap  kucing , makluk gaib transenden. Preman material trasendenya para jendral di Jakarta, aksioma juga transenden. Para pejabat bersifat trandensi

Mahasiswa :
Artikel yang ditulis menggambarkan jiwa yang berkecamuk pada diri penulis pada arti hidup

Profesor :
Tulisan elegy bersifat rerbuka/ open endid, bebas menafsirkan termasuk diri penulis, solusinya baca-baca dan baca. Tidak ada  alasan takut sesat

Pertayaan :
Proyek surga  dalam eligi bapak sangat menarik, apakah sudah melaksanakan ?

Profesor :
Semua elegy ditujukan pada diri sendiri, kalau ada manfaatnya silakan saja. berusaha melaksanakan kalau tidak melaksanakan berdosa saya. Ada jarak antara tulisan dan perbuatan, filsafat lebih cepat dari cahaya. Agar tidak kawatir satu langkah berfilsafat sepuluh kali dalam doa. Spiritual itu bersifat transenden.

Mahasiswa :
Bagaimana menggapai khusuk walau ramai.

Profesor :
Dalam keadaan apapun pandangan spiritual berdoa setiap itu saat menyebut nama Tuhan, karena jaminanya surga jika mati menyebut nama Tuhan, setiap naik motor, ceramah. Dalam tidurpun berdoa Jadi harus kontinu tidak diskrit. Perlu latihan sejak kecil . sudah tua pun tidak apa-apa tetapi harus kontinu, belajarpun harus kontinu.  Belajar filsafat juga harus kontinu tidak hanya rabu sore

 Mahasiswa :
Peningkatan mutu pembelajaran matematika yang mampu mendorong iptek

Profesor : 
Bacalah pidato saya semua ada di situ, sudah terjawab semua, silahkan difoto copy dan dibaca

Mahasiswa :
 Filsafat cenderung untuk cara berpikir yang bertingkat sepertinya tidak dapat langsung diterima satu saat tapi saya akan berusaha.

Profesor  :
Jika ibu belajar agama bagaimana dari hayat sampai akhir  masih belajar agama, apakah sudah merasa sholat sudah 100%  tapi harus belajar sholat sepanjang hayat. Demikian juga  dalam belajar filsafat harus terus menerus tidak hanya satu paket dikasih modul terus ujian dapat A bukan seperti itu seperti itulah penddikan kita gagal. Ini proses saya membaca pikiran ibu tidak harus menerima tetapi membangun sesuai dengan kemapuan ibu.

Mahasiswa : 
\Mohon dijelaskan tentang segala macam urusan dunia ketika dia masih di dunia tidak terbebas dari hukum kontradiksi

Profesor :  
Ketika di dunia  tidak terlepas dari hukum kontradiksi karena didunia tidak mungkin terlbebas dari ruang dan waktu, Tidak ada waktu yang sama, waktu terus berjalan maka aku tidak sama dengan aku karena apa waktunya yang berbeda.Maka aku tidak sama dengan aku. Matematika yang ditulis salah semua matematika hanya benar ketika masih dipikirkan. Begitu diomomogkan salah semua, karena terikat ruang dan waktu. Maka hanya tuhan yang tidak terikat ruang dan waktu. Tetapi justru terikat ruang dan waktu maka selalu kontradiksi, maka tiadalah orang yang sama dengan namanya, kecuali Tuhan sendiri. Intuisi  Menurut Browr Two one enes dua dalam kesatuan. Ketika kupandang engkau masih ada yang   pandang  kiri sedikit.

Mahasiswa :
Mohon dijelaskan obyek filsafat yang ada dan mungkin ada

Profesor :
Iya kan, Yang sudah diketahui  itu ada, kalau masih belum diketahui itu mungkin ada

Mahasiswa :
Sejauh mana bapak memahami elegy fatalism, eksistensism, Intuisiisme, deduktifime karea saya kesulitan memahami.

Profesor :
Salah satu cara memahami filsafat dengan fenomenologi dari Huser dengan idealisasi dan abtraksi, dengan abstraksi saya bias menulis dunia dengan dengan satu kata, indah, heboh dan lain-lain. Fatalism kalau dari satu kata yaitu Takdir abstraksi orang yang percaya berdasar pengalaman. Kaum Vitalisme 100%  percaya pada iktiar dan tidak percaya pada Tuhan. Nasibmu ditentukan  dirimu sendiri. PR gambarkan pendidkan dengan satu kata. Marilah kita tutup dengan berdoa menurut agama dan kepecayaan kita masing-masing..



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar